Prediksi Dan Live Streaming Bournemouth U18 Vs Garuda Select




24 remaja belia terpilih lalu diajak berkeliling Eropa untuk menunjukkan taji mereka dalam permainan sepakbola. Begitulah kiranya konsep dasar dari Garuda Select. Acara yang juga disponsori oleh Mola TV ini, merupakan ajang pembuktian bahwa remaja belia asal Indonesia mampu atasi tantangan dalam bermain di Eropa. Tidak heran kiranya dalam beberapa jadwal mereka dipilihkan lawan sepadan, yakni tim-tim muda dari belasan klub sepak bola terbesar di Eropa.

Para remaja ini diseleksi berdasarkan kemampuan dalam posisi masing-masing, serta memberikan potensi untuk berkembang lebih lanjut. Oleh karena itulah, pemain yang dipilih, didasarkan pada jenjang usia U-17. Program ini sebelumnya dinamakan Elite Pro Academy U-16 pada 2019, yang diikuti 18 klub Liga 1. Kepala program adalah Denis Wise, mana pemain timnas serta kapten lagenda asal klub Inggris, Chelsea.  Mengapa Wise yang dipilih, ada kelakar karena tubuh mungil Wise bisa berikan tips dan trik pada pemain asal asia yang memang tidak sejangkung pemain Eropa. Namun itu hanya kelakar, sejatinya, Wise dipilih karena dirinya lama menjadi direktur pengembangan pemain di Newcastle serta telah malang melintang sebagai pelatih.

Sementara Des Walker, sosok yang dikenal sebagai defender tangguh di Sheffeld Wednesday di era 90 an menjadi pelatih utama. Kali ini, Garuda Select akan menghadapi Bournemouth U18 di Canford Park Arena, Wimborne, Inggris, pada Rabu (11/3/2020) mendatang. Live Streaming Bournemouth U18 Vs Garuda Select sendiri tersedia di Mola TV, jangan lewatkan pertandingan garuda muda melawan tim muda klub asal pelabuhan selatan Inggris tersebut. The Cherries, Boscombe merupakan tim sepadan untuk dijajal garuda muda. Bagaimanapun Bournemouth yang malang melintang di divisi bawah, kin telah bertahun-tahun bertahan di liga papan atas EPL Inggris.

Prediksi kami, laga sengit akan tercipta, kemenangan juga tidak akan mudah diraih oleh Garuda Select. Walau begitu bukan berarti tidak ada peluang sama sekali. Karena di usia muda pemain lokal Indonesia dikenal sangat tangguh. Sebagaimana pengakuan dari banyak pelatih asing, bahwa saat usia muda, tim manapun bisa mengalahkan siapapun. Hanya saja, mengelola konsistensi pemain muda dan pengembangan menuju level selanjutnya adalah tantangan yang berbeda. Tim muda Indonesia justru diminta show off, di Eropa agar kiranya ada pemandu bakat klub-klub besar mau menerima mereka untuk tingkatkan level dan kemampuan.

Line Up

Bournemouth U18
Cameron Plain, Brooklyn Genesini, Euan Pollock, Tom Hanfrey, Tarik Gidaree, Nathan Moriah-Welsh, Tom Dinsmore, Joe Besant, James Oliver, Luke Pardoe, Khavarn Williams.

Garuda Select
Risky Sudirman; Fajar Fathur Rahman, Kakang Rudianto, Dodi Irawan, Edgard Amping; David Maulana,Dika Kuswardani, Brylian Aldama, Ferdiansyah, Subhan Fajri; Alfriyanto Nico Saputro.


Butuh Pinjaman Berbasih Syariah dengan Cepat? Ini Dia Solusinya



Pada tahun 2019 lalu,  Amartha Mikro Fintek (Amartha) mulai mengkaji model bisnis baru, yakni dengan sistem syariah yang merupakan rekomendasi dari Dewan Syariah Ulama Indonesia (DSN MUI). Sehingga, Amartha menyikapi hal ini dengan berbagai pertimbangan antara pembuatan perusahaan baru atau hanya menjadikan sistem syariah sebagai slah satu unit saja.

Sehingga, pada awal pendiriannya, sistem syariah ini hanya berlaku sebagai unit lalu seiring berjalannya waktu menjadi sebuah Perusahaan seperti yang kerap dijumpai saat ini. Sehingga, sejak awal pendirian unit syariah ini, Amartha telah memutuskan untuk tunduk dan patuh terhadap segala keputusan serta kebijakan yang ditetapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Meski awalnya berupa unit bukan sebuah perusahaan, namun pengelolaan dan operasional tetap berjalan sebagaimana mestinya karena Amartha cenderung memiliki sistem holding perusahaan yang mana bisa menaungi unit-unit yang ada dalam perusahaan. Maka, ketika menginginkan sebuah perusahaan baru dibutuhkan tidak sedikit waktu dengan segala kemungkinan dan resiko yang akan muncul.

Oleh sebab itu, alasan mengapa Amartha tidak langsung mendirikan perusahaan khusus syariah yang melayani pinjaman syariah, kredit dan investasi syariah karena dari pihak internal ingin membentuk opsi terbaik sebelum terjun dalam sebuah perusahaan. Di lain sisi, sebenarnya Amartha sudah memiliki konsep operasional yang mirip-mirip dengan syariah yakni penggunaan akad, bagi hasil dan sejenisnya yang kerap dijumpai dalam beberapa produk keuangan berbasis syariah.

Sehingga, Amartha memiliki potensi pengembangan sistem syariah jauh lebih besar dibandingkan lending fintech lainnya. Ditambah lagi adanya beberapa rujukan dan rekomendasi dari pihak-pihak yang berwenang seperti Dewan Syariah Ulama Indonesia (DSN MUI) yang telah disebutkan di atas serta Dewan Pengawas Syariah (DPS), meski saat ini belum aktif. Pemberian rekomendasi telah dilakukan sejak awal tahun 2019 sebagai syarat pendaftaran platform syariah Amartha di dalam OJK.
Berdasarkan data yang dikeluarkan pada Agustus 2019, terdapat sembilan lending fintech berbasis syariah di Indonesia yang telah terdaftar. Sedangkan Amartha syariah telah terdaftar pada bulan Mei, sehingga sudah termasuk dalam hitungan data OJK pada Agustus tersebut. Kebanyakan fintech yang telah terdaftar juga berupa unit bukan perusahaan, sama halnya dengan Amartha saat awal pendiriannya.

Selanjutnya mengenai rencana bisnis dan perluasan usaha Amartha di bidang Syariah masih terus dikaji oleh pihak internal. Selain itu, OJK masih mempertimbangkan dan membahas hal ini lebih lanjut. Mengenai perizinan tentang boleh atau tidaknya, kelak akan dipatuhi oleh Amartha sampai konsekuensi karena ia merupakan bagian yang telah terdaftar di dalamnya. Adapun beberapa usaha dan bisnis syariah yang masih terus dikaji dan dikembangkan saat itu ialah kredit syariah yang bisa dilakukan melalui cicilan berupa utang tunai atau barang-barang berharga lainnya.